Widget HTML Atas

loading...

Ingin Seperti Padi, Semakin Berisi Semakin Merunduk

Dear Sahabat Lithaetr,

Di tulisan kedua kali ini izin saya untuk curhat sedikit ya. Saya hanya ingin berbagi perasaan dan pemikiran saja. Mungkin ada yang pernah atau sedang mengalami hal yang sama, bila membaca tulisan ini bisa sedikit mendapatkan pencerahan. Maafkan bukan maksud untuk ria atau pamer ya, tapi ini murni hanya ingin bebagi pengalaman dan perasaan. Bila berkenan membaca silakan ikuti terus tulisan saya ini ya.

Sejak memutuskan berhenti bekerja sejak tahun 2016 lalu, saya selalu berusaha meluruskan niat untuk melakukan yang terbaik untuk keluarga. Jujur saja sebagai manusia yang suka mengalami pasang dan surut, saya pun juga demikian. Menurut saya, tidak mudah loh menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Apalagi dari yang sebelumnya biasa mempunyai penghasilan sendiri, sekarang harus bergantung dan mengatur seluruh keuangan hanya dari suami. Oleh karena itu, saya harus mencari lingkungan yang bisa membantu dan mengingatkan saya untuk tetap pada niat awal saya.

Gambar: ibuprofesional.com
Saya pun mengikuti dan masuk ke beberapa komunitas. Salah satunya adalah Ibu Profesional. Di Ibu Profesional inilah saya semakin terbuka bahwa memang tugas seorang ibu adalah sebagai pendidik utama dan pertama untuk anak dan keluarganya. Apalagi kata-kata mutiara dari Kahlil Gibran ini juga semakin menguatkan niat saya untuk terus belajar tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak saya.
Anakmu bukan milikmu,ia adalah milik jamannya,
boleh kau berikan rumah untuk raganya tapi tidak untuk jiwanya,
karena jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi walaupun dalam impian……
(Kahlil Gibran-Anak)
Dikarenakan alasan tersebut akhirnya saya pun mulai mencari beberapa referensi dan buku-buku tentang pentingnya tumbuh kembang anak. Bagaimana mendampingi anak-anak agar mereka bisa tumbuh menjadi anak yang sempurna (baik jasmani dan rohaninya). Jujur saja saya masih merasa sangat kurang bila harus mendidik anak-anak saya secara HS (Homeschooling), oleh karena itu saya pun mencari partner atau sekolah yang punya satu visi dan misi yang sama. Alhamdulillah saya menemukan sekolah itu.

Namun saya tidak ingin berhenti sampai di sini saja. Saya ingin terus menimba ilmu dan berubah menjadi lebih baik lagi. Agar lebih mampu dan bisa mendampingi anak saat di rumah. Jadi antara di sekolah dan di rumah dia mendapatkan pendidikan yang sama. Intinya saya harus naik kelas bila ingin menjadi ibu yang baik bagi anak-anak saya. Maka saya pun memutuskan untuk mendaftar ke kelas Bunda Sayang-nya Ibu Profesional.

Saya sangat berharap di kelas Bunda Sayang nanti, saya bisa mendapatkan ilmu-ilmu parenting yang langsung bisa saya terapkan ke anak-anak. Saya ingin keluarga, khususnya anak-anak saya bisa tumbuh lebih baik dibandingkan saya, khususnya dari segi emosionalnya. Saya sebagai ibu yang masih sangat temperamental, Alhamdulillah, semenjak ikut Ibu Profesional dan mengikuti training parenting saya pun memaksa diri ini untuk berubah. Memang belum bisa 100% berubah tapi saya terus mencoba dan mencoba. Meminimalisir kesalahan-kesalahan.

Di kelas Bunda Sayang inilah saya berharap agar perubahan saya semakin lebih baik lagi. Sehingga saya terus istiqomah. Sebab sekali lagi saya percaya, dari lingkungan-lah kita akan terpengaruh. Bila lingkungan positif maka kita pun akan semakin positif.

Setelah belajar dan menimba ilmu di Ibu Profesional, walaupun bekal ilmu saya masih minim saya mencoba untuk berbagi ke sekitar saya. Alhamdulillah tawaran sebagai pembicara pun hadir. Baik sebagai pembicara di bidang parenting maupun tentang kepenulisan. Alhamdulillah.

Gambar: dokumentasi pribadi

Gambar: dokumentasi pribadi
Oleh karena itu, saya percaya dengan ikut belajar Ibu Profesional saya pun bisa terus bertumbuh menjadi lebih positif. Baik sebagai perempuan, istri, dan seorang ibu. Mungkin bila saya masih diberikan kesempatan menimba ilmu di Ibu Profesional, saya ingin seperti padi. Iya padi. Filosofi padi yang semakin berisi semakin merunduk. Saya ingin terus mencoba membagikan ilmu yang saya punya kepada orang lain. Saya senang bila banyak orang mendapatkan manfaat dari ilmu yang saya berikan. Apalagi berbagi ilmu bermanfaat bisa menjadi salah satu ladang pahala buat saya, InshaAllah, Semoga Allah Meridhoi Semua Niat Saya, Aamiin...

Intinya saya senang bisa bergabung dan menjadi bagian dari Ibu Profesional. Saya yang memiliki banyak kekurangan ini hanya berharap agar bisa terus menjadi lebih baik lagi walaupun hanya berubah sedikit demi sedikit.

Saya bukanlah orang yang sempurna dan tidak memiliki kekurangan. Justru saya punya banyak kekurangan. Namun saya yakin bila semua bisa diperbaiki bila kita memiliki komunikasi yang baik. Saya harus belajar terus menerus untuk memperbaiki cara saya dalam berkomunikasi. Baik saat menemani buah hati ataupun mencoba menyibukkan diri di ranah publik. Saya pun terus belajar untuk menetapkan prioritas saya agar semua jadwal saya bisa berjalan dengan rapi.

Sekali lagi saya belumlah sempurna dan masih akan terus belajar menjadi lebih baik. Saya akan terus memperbaiki kesalahan-kesalahan. Saya tidak mau berjanji tapi saya terus mencoba memberikan bukti yang nyata. Saya rasa bukti nyata lebih penting dari janji. Inilah yang juga menjadi prinsip saya selama ini. Terus mencoba memberikan yang terbaik hingga bukti nyata itu terlihat. Pelan-pelan tidak apa-apa tapi setidaknya kita puas saat semua berhasil.

Demikianlah curhatan saya kali ini. Semoga doa-doa saya bisa diijabah oleh Allah SWT. Dari seorang IRT yang bermimpi menjadi penulis dan sedang belajar menjadi pemerhati anak. Dari dua fokus ini saya berharap bisa seperti padi.

Tanda Tangan, Lithaetr
Gambar; dokumentasi pribadi




lithaetr
lithaetr Seorang IRT yang ingin berbagi sepenggal kenangan dan kisah berharganya, agar dapat menjadi pelajaran dan manfaat bagi sesama. Saat ini masih terus belajar menjadi penulis dan pemerhati anak. Jika ingin mengajak penulis bekerjasama silakan saja hubungi via email ke lithaetr@gmail.com atau ke WhatsApp http://wa.me/628161977335.

No comments for "Ingin Seperti Padi, Semakin Berisi Semakin Merunduk"

Berlangganan via Email