Widget HTML Atas

loading...

Sendiri dan Sendirian

Sudah terbiasa hidup sendiri sbg anak tunggal seringkali membuat saya punya rasa egois tingkat dewa.
.
Msh sering lupa kl hrs berbagi kpd orang lain. Krn memang tdk pernah perlu merasakan rasanya berbagi ksh sayang dr orgtua, tdk perlu berbagi brg saat bermain, tdk perlu berbagi saat sedang menikmati makanan atau minuman kesukaan. Lhah siapa yg mau diajak berbagi jg? Org ga ada tmn berbaginya jg.
Inilah yg membuat saya menikmati keadaan sendiri dan kesendirian saya. Inilah yg menurut saya keberuntungan saya. Inilah menurut saya masa2 keemasan saya.
.
Rasa ini trs menemani saya hingga 25 thn. Krn saat inilah tetiba ada org yg berhasil mencuri semua perhatian tsb dari saya. Masa2 keemasan saya yg terbiasa sendiri dan sendirian pun hilang.
.
Krn saya hrs belajar membagi ksh syng saya untuknya, Krn saya hrs belajar melindungi untuknya, belajar bagaimana mencintai sepenuh hati, jiwa, dan raga hanya untuknya. Belajar bagaimana berjuang untuknya.
.
Berubah sudah dunia saya semenjak ada kehadirannya. Rasa yg penuh dgn hanya saya, saya dan saya menjadi dia, dia, dan hanya dia.
.
Tdk mudah merubah rasa terbiasa sendiri dan sendirian menjadi bahagia bersama selamanya. Krn tdk mudah memasukkan kata bersama kedlm kamus lama yg penuh dgn uraian sendiri dan sendirian.
.
Msh butuh banyak perjalanan dan perjuangan agar kata bersama menancap erat di dlm buku kamus saya. Krn terkadang msh ada rasa terusik dan terganggu kl tdk bs menikmati sendiri semua makanan dan minuman kesukaan sendirian lg. Namun justru dr ketergangguan inilah saya belajar betapa berharganya kehadiran dirinya untuk saya.
.
Tanpa dia saya bukan siapa-siapa hanya seorang egois yg tdk bs berbagi dgn sesama. Justru skrng krn dia saya bs lbh memikirkan org lain lbh banyak. Luar biasa kan?
.
Krn dirinyalah saya belajar bagaimana menjadi bunda tangguh yg hrs bs mengajarkan bagaimana berbagi dgn org lain itu indah. Wow! Dulu mana ada pemikiran spt ini hehehe
.
Ya Allah terima kasih sudah memberikan saya kesempatan untuk belajar berbagi dan mengatasi rasa sendiri dlm kesendirian saya. Terima kasih sudah memberikan kesempatan untuk menjadi bunda untuk anak-anak yg super sekali.
.
Saya bukanlah bunda sempurna yg tdk pernah salah. Justru saya bunda yg selalu banyak salah. Krn anak-anaklah yg selalu membuat saya sadar untuk selalu belajar, belajar, dan belajar lagi. Selalu introspeksi dan perbaiki diri lagi.
.
Maaf kl msh selalu banyak salah, banyak kurang, banyak khilaf, banyak keluhan dlm proses penempaan ini. Tp tolong selalu dikuatkan dan diingatkan agar tdk kufur dgn nikmat-nikmatMu ya Allah.
.
Teruntuk bintang dan pahlawan bunda. Terima kasih sudah hadir dlm hidup bunda, Terimakasih sudah menjadi sumber ilmu bunda dlm hal berbagi, terima kasih sudah melengkapi kehidupan bunda, dan terima ksh untuk selalu memaafkan semua kesalahan bunda.
.
Jadilah anak2 yg selalu punya hati besar yg mampu memaafkan serta ikhlas terhadap hal yg menyakitkan dan jadilah anak2 tangguh yg mampu berdiri tegak di jamanmu kelak. Jaman yg pastinya lebih banyak tantangan dan rintangan. Tp bunda harap kalian dpt mengatasinya bukan dgn rasa sendiri dlm kesendirian tp selalu dlm rasa kebersamaan. Krn Allah Subhanahu wata'alla selalu bersama kalian. Doa bunda pun selalu menyertai langkah kalian. Love u always My beloved children ☺☺
.
Jakarta, 19 Agustus 2017
Ungkapan hati seorang bunda yg msh belajar mengatasi rasa sendiri dan sendirian nya 
lithaetr
lithaetr Seorang IRT yang ingin berbagi sepenggal kenangan dan kisah berharganya, agar dapat menjadi pelajaran dan manfaat bagi sesama. Saat ini masih terus belajar menjadi penulis dan pemerhati anak. Jika ingin mengajak penulis bekerjasama silakan saja hubungi via email ke lithaetr@gmail.com atau ke WhatsApp http://wa.me/628161977335.

No comments for "Sendiri dan Sendirian"

Berlangganan via Email