Widget HTML Atas

loading...

Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung

"Kalau nyuci piring sama gelas harus dibedakan ya sponsnya. Karena biar engga bau amis nanti gelasnya"

"Silahkan masuk mari makan dulu. Abis itu kita baru ngobrol"

"Ayo belajarnya sekarang saja. Mumpung masih jam 5. Belajar 1 jam. Biar nanti abis Maghrib bisa nonton."
..
Pasti tidak asing kan ya dengan kalimat-kalimat diatas? Sahabat pernah mengalaminya atau sekedar mengetahuinya atau malah di rumah tangga sahabat mempunyai kebiasaan-kebiasaan seperti itu?
..
Iya kali ini saya ingin berbagi tentang dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Setiap rumah tangga pasti punya cerita dan peraturannya masing-masing

Ada yang disiplin layaknya sistem militer, ada yang disiplin, terpola, terjadwal, dan teratur kegiatan hariannya, namun ada juga yang menganut aliran santai biarkan saja mengalir seperti air

Menurut sahabat manakah pola atau gaya aturan yang paling baik? Pastinya sahabat pun punya jawabannya sendiri-sendiri dan beragam. Kalau dilanjutkan dengan pertanyaan mengapa memilih jawaban tersebut? Pastinya juga sahabat mampu memberikan alasan-alasannya

Kalau pertanyaan ini saya yang jawab. Maka jawabannya adalah semua pola aturan bisa saya pakai dan terapkan di keluarga saya. Kenapa? Karena setiap pola aturan tadi (sistem militer, teratur dan terjadwal, namun santai) mempunyai kekuatan dan kekurangan yang bisa saling melengkapi sehingga bisa kita taruh di bagian-bagian yang tepat

Akan saya berikan contohnya, untuk masalah yang terkait dengan agama saya akan menerapkan sistem teratur dan terjadwal dengan sedikit militer didalamnya. Mengapa? Karena menurut saya hal-hal seperti salat dan ngaji harus terjadwal dengan baik

Waktu salat ada lima waktu dengan jadwal yang sudah pakem diaturnya oleh Allah Subhanahu wata'alla, maka sebagai hambaNya yang beriman maka sudah seharusnya kita tinggal mengikutinya saja. Sistem militer yang saya terapkan adalah kalau tidak salat harus ada hukuman semisal harus dibayar dengan ngaji atau memasukkan uang seribu rupiah untuk sedekah (yang akan dibayarkan tiap hari Jumat).

Alhamdulillah kalau untuk saya pribadi kalau cuma salat lima waktunya sih sudah aman namun yang masih harus diperbaiki adalah melakukan salat di awal waktunya yang belum bisa disiplin oleh karena itu, inilah yang menjadi penilaian di sistem militernya.

Begitu pula dengan ngaji ada target-target yang harus dicapai dan ada hukuman bila tidak bisa ditepati. Ini yang saya coba terapkan di keluarga kecil saya. Pelan-pelan juga ini yang saya sisipkan ke anak-anak

Karena kalau sudah soal agama menurut saya pribadi, harus ada ketegasan. Bukan berarti tidak ada toleransi ya sahabat, tetapi untuk waktu menjalankan ibadahnya perlu dibutuhkan kedisiplinan tinggi.

Sekali lagi ya ini di keluarga saya. Pasti kalau di keluarga sahabat akan diberlakukan pola peraturan yang disesuaikan kondisinya dengan kenyamanan rumah tangga sahabat (n_n).

Untuk gaya yang santai biarkan mengalir seperti air ini saya terapkan saat menerima kenyataan yang tidak sesuai harapan. Saya merasa penerapan peraturan untuk hal ini perlu. Mengapa? Karena dengan adanya peraturan ini saya berusaha tidak semata-mata hanya melihat hasil akhirnya tetapi yang dinilai adalah prosesnya.

Hal ini menjadi salah satu obat bagi saya. Agar tidak stress yang berkelanjutan dan tidak kecewa yang berlarut-larut. Karena Saya beberapa kali sudah tertampar oleh adanya sharing-sharing yang saya ikuti dikelas bisnis online yang saya ikuti

Banyak sekali orang-orang hebat yang saya temui. Dengan segudang permasalahan dalam rumah tangganya tetapi mereka tetap tidak mengeluh. Mereka malahan bangkit untuk tetap berlari mengejar mimpi-mimpinya.

Menurut saya itu gila. Karena saya belum tentu bisa dan mampu jika berada diposisi mereka. Lantas buat apa saya harus merasa menjadi orang paling merana sedunia?

Karena hal inilah saya mencoba menerapkan santai biarkan mengalir seperti air untuk setiap hasil yang saya peroleh. Apapun hasilnya saya syukuri, saya nikmati, dan saya yakini bahwa inilah yang terbaik bagi saya untuk saat ini.

Karena saya percaya bahwa Allah Subhanahu wata'alla sudah mengatur waktu dan rencana yang sempurna buat hambaNya. Kalau dia merasa belum pantas menerimanya maka tidak akan kita dapatkan. Kalau kita mau mendapatkannya? Maka sudah pasti harus memantaskan dulu diri ini dihadapanNya. Dan setiap hasil yang didapatkan tidak akan mengkhianati seberapa banyak usahanya.

Oleh sebab itu sahabat, dimana pun kamu berpijak pasti ada langit yang dijunjung. Terjadi gesekan dan ketidaknyamanan hal yang wajar. Nikmati prosesnya, ambil sisi positifnya, buang jeleknya. Maafkan yang jeleknya karena kembali lagi tidak ada gading yang tak retak.

Karena bagaimanapun kondisi rumah tangga kita saat ini itulah sudah menjadi yang terbaik bagi kita. Karena kita spesial dan terpilih sekaligus dipercaya kalau kita mampu menjalani kehidupan ini dengan keadaan rumah tangga seperti ini.

Salam hangat untuk keluarga tercinta, jangan lupa bahagia, dan bersyukur ya sahabat (n_n)

Kebon jeruk, 4 Oktober 2017

lithaetr
lithaetr Seorang IRT yang ingin berbagi sepenggal kenangan dan kisah berharganya, agar dapat menjadi pelajaran dan manfaat bagi sesama. Saat ini masih terus belajar menjadi penulis dan pemerhati anak. Jika ingin mengajak penulis bekerjasama silakan saja hubungi via email ke lithaetr@gmail.com atau ke WhatsApp http://wa.me/628161977335.

No comments for "Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung"

Berlangganan via Email