3 Alasan Dewangga Jadi Pemicu Romantisme

3 Alasan Dewangga Jadi Pemicu Romantisme

 

dewangga itu

 

Ini Dia Kontennya,

 

Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).

 

Masih mencoba menyelesaikan tantangan ‘Writober’, kali ini saya agak berpikir lama untuk membahas kata ‘Dewangga’. Setelah mencari tahu artinya, akhirnya saya mencoba menulis tentang ‘3 Alasan Dewangga Jadi Pemicu Romantisme’.

Wah, memang dewangga itu artinya apa ya, kok sampai bisa memicu keadaan mendadak jadi romantis? Kalau penasaran, tetap terusin bacanya di sini, ya.

Apa itu Dewangga?

Apa itu Dewangga
Gambar dokumentasi dari wikimedia Indonesia


Pertama yang saya dapat dari tantangan ‘Writober’ ini adalah memperkaya kosakata Bahasa Indonesia, sekaligus belajar lagi tentang arti atau makna dari sebuah kata.

Saya baru tahu apa itu dewangga, ya karena mengikuti tantangan ‘Writober’ ini. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Dewangga itu memiliki dua makna.

Pertama, Dewangga itu adalah kain yang bergambar-gambar indah, bercorak biru atau kuning, pada dasar merah. Kedua, Dewangga itu artinya warna merah kekuning-kuningan.

Lalu, bagian yang memicu romantismenya bagian yang mana? Eits, sabar dulu sahabat, ini baru saya mau jelasin mengapa dewangga bisa membuat suasana menjadi romantis.

 

Alasan Dewangga jadi pemicu romantisme

Setelah mengetahui makna atau arti dari dewangga, saya jadi tahu kalau kata tersebut adalah sebuah perpaduan dari dua warna, yaitu merah dan kuning.

Perpaduan dua warna itulah yang mencetuskan saya memiliki ide soal romantisme ini. Kok bisa? Yuk, mari kita simak alasannya berikut ini,

1. Arti Warna

kelompok warna
Gambar dari kuliahdesain.com


Diambil dari sumber merdeka.com (24/02/2020), menurut teori Brewster (seorang psikolog Amerika), warna dikelompokkan menjadi empat, yaitu primer, sekunder, tersier, dan netral.

Warna-warna yang termasuk kelompok primer adalah biru, kuning, dan merah. Sementara warna sekunder adalah percampuran dari warna-warna primer.

Sedangkan warna tersier adalah percampuran dari warna sekunder dan satu warna premier. Lalu terakhir, warna netral adalah warna dari percampuran ketiga warna yang telah disebutkan.

Dari teori itulah dapat disimpulkan kalau warna merupakan elemen yang dominan dan juga aspek yang relatif dalam desain dan kehidupan.

Persepsi terhadap warna inilah yang melibatkan respon psikologi dan fisiologi manusia. Apabila ditinjau dari ilmu psikologisnya atau emosi manusianya, makna dan arti warna bisa menunjukkan kesan perasaan pada manusia.

Disebabkan alasan itulah, akhirnya saya mencari tahu arti warna dewangga atau merah kekuning-kuningan.

Arti warna merah, dalam psikologi, warna ini memberi simbol untuk keberanian, kekuatan, energi, cinta, dan gairah.

Arti dari gairah disini lebih ke memberikan energi untuk menyerukan terlaksananya suatu tindakan, yang melambangkan kebahagiaan.

Sementara arti warna kuning itu adalah warna hangat yang dianggap paling ceria dan paling memberikan energi. Sehingga warna ini juga memiliki simbol kebahagiaan.

Mengetahui arti warna dewangga itulah yang membuat saya berpendapat bahwa dewangga bisa memicu romantisme.


2. Warna senja

warna dewangga
Gambar dari niagahoster.co.id

Warna dewangga sebenarnya sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu warna di kala hari sudah senja.

Sudah menjadi rahasia umum kalau warna senja itu menjadi warna favorit banyak orang. Bagi orang-orang yang sedang jatuh cinta, biasanya sih, ingin sesekali menikmati suasana senja yang katanya romantis.


3. Warna musim gugur

dewangga itu warna musim gugur
Gambar dari mediaindonesia.com

Bagi saya yang seorang penggemar drama Korea (drakor), adegan musim gugur dalam drama Goblin masih begitu membekas. 

Adegan tersebut merupakan awal mula si goblin (diperankan oleh Gong Yoo) jatuh cinta pada seorang perempuan. Latar belakang suasana musim gugur seketika menambah romantisme, adegan jatuh cinta tersebut.

Itulah 3 alasan dewangga bisa menjadi pemicu romantisme. Kira-kira sahabat, suka juga enggak dengan suasana romantis dari dewangga ini? Ditunggu responnya ya, terima kasih.

Talitha (Lithaetr)
Talitha (Lithaetr) Mantan wartawan dan asistant produser yang menjelma menjadi ibu rumah tangga. Saat ini sedang tekun menjadi penulis, trainer parenting, dan belajar design. Mau bekerjasama dengan saya silakan email ke talitha.1988@gmail.com atau whatsapp ke http://wa.me/628161977335

2 comments for "3 Alasan Dewangga Jadi Pemicu Romantisme"

  1. Aku suka senja ternyata semburat itu berwarna dewangga!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Helena. Saya pun juga baru mengetahuinya setelah menuliskan dewangga ini dan pastinya tahu karena ikutan writober, hehehehe. Emang keren writober selalu ada ilmu baru yang didapatkan.

      Delete

Post a Comment

Silakan berikan tanggapan, saran, dan kritiknya ya sahabat 🙏

Berlangganan via Email