3 Cara Membaca Film di Lokakarya Literasi Film Voila 2021 Hari 2

3 Cara Membaca Film di Lokakarya Literasi Film Voila 2021 Hari 2

Ini Dia Kontennya,
membaca film

Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).

Sahabat masih ingat Lokakarya Literasi FilmVoila? Kalau lupa atau belum tahu apa itu, silakan klik saja tulisannya. Sekarang saya akan mencoba merangkum apa yang saya pelajari di hari kedua Lokakarya Literasi Film Voila.

Di hari kedua ini, kami diajari untuk membaca film. Bagaimana cara membaca film? Menurut Kakak Obe Wida (Kak Obe), Pemateri kedua sekaligus salah satu anggota dari In-Docs, ada 3 cara untuk membaca sebuah film. Apa sajakah caranya? Tetap terusin membacanya ya, sahabat.

 

Mengenal Istilah Film

mengenal istilah film


Sebelum kita membaca sebuah film, ada baiknya kalau kita mengenal terlebih dahulu beberapa istilah tentang film, yaitu,

1. Frame

Frame adalah 1 gambar yang tidak berjalan (foto). Menurut penjelasan Kak Obe, yang dimaksud frame itu adalah satu gambar tunggal dalam ukuran bingkai tertentu yang merupakan bagian dari film. Biasanya ada 24 frame untuk 1 scene-nya. Ukuran frame ini ada bermacam-macam seperti 4:3 untuk televisi. Sementara 16:9 untuk film.

 

2. Shot

Shot adalah 1 gambar berjalan (video). Bahasa sederhananya shot itu adalah suatu rangkaian gambar hasil rekaman tanpa ada jeda. Satu shot terbentuk saat kamera dipencet tombol record atau rekam dan berakhir ketika tombol record atau rekamnya distop atau diberhentikan.

 

3. Cut

Cut itu adalah momen transisi pergantian shot. Jika sebuah rekaman sudah ada jeda, biar hasil videonya enak dilihat perlu yang adanya proses cut ini.

 

4. Scene

Scene adalah kumpulan shot yang dijahit dengan cut tertentu selama 1 latar tertentu. Definisi lainnya yaitu tempat atau setting di mana suatu kejadian berlangsung. Dalam 1 scene, bisa terdiri dari 1 shot atau lebih yang sudah disusun sedemikian rupa sesuai ceritanya.

 

5. Act

Act adalah kumpulan scene dalam 1 pembabakan tertentu. Bahasa sederhananya itu act adalah langkah awal dalam membuat jalan cerita. Sahabat lithaetr, mungkin sudah tahu tentang pembagian babak dalam menentukan jalan cerita seperti perkenalan, konflik, dan penyelesaian konflik. Nah, act adalah babak-babak tersebut.

 

6. Plot

Plot adalah kumpulan act sebagai jalan cerita dalam film. Plot ini adalah alur cerita keseluruhan dari sebuah film yang sudah dapat kita nikmati sebagai sebuah karya audio visual.

Itulah beberapa istilah film yang sahabat Lithaetr, perlu ketahui sebelum membaca sebuah film. Untuk membaca semua film ternyata cukup rumit, tapi saya akan mencoba membahasnya secara sederhana, ya.

 

3 Cara Membaca Film di Lokakarya Literasi Film Voila 2021 Hari 2

Dalam mempelajari membaca film ini kami membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam, sudah termasuk dengan pemaparan materi dari Kak Obe dan diskusi atau mempraktikkan membaca sebuah film.

Dalam Lokakarya Literasi Film Voila 2021, kami diberikan 3 pilihan film pendek untuk dibaca yaitu Nameless Boy, Sunday Story, dan Kapur Ade. Dari 3 film itu kami diminta untuk memilih, film mana yang akan kami baca, saya pribadi memilih Sunday Story untuk dibaca.

Berikut ini adalah film pendek Sunday Story atau Kisah di Hari Minggu, karya Fourcolours Film,



 

1. Identifikasi film

Dalam mengindentifikasikan sebuah film, kita perlu mengetahui seperti apa plot-nya, siapakah tokohnya, dan style­-nya seperti apa. Kemudian untuk mendapatkan style-nya seperti apa, kita perlu mengetahui apa itu konten adegan, visual, dan audio.

Mengapa kita perlu mengidentifikasi film dengan detail? Agar semakin kita peka pada tiap detail, semakin kita mudah nantinya untuk menafsir tawaran dari film maker.

Bila durasi film terlalu banyak, contoh film serial, kita bisa fokus dulu dengan yang paling berkesan atau kita kira-kira atau terka dahulu apa sih, makna di baliknya, meski sebenarnya kita belum tahu.

konten adegan

Lalu, apa itu konten adegan? Konten adegan adalah apa yang terjadi dengan tokoh. Contohnya: Adegan tokoh tidur. Kemudian yang dimaksud konten visualnya adalah bagaimana adegan itu digambarkan. Contoh: Adegan tokoh tidur. Visualnya, seorang laki-laki tidur di atas kasur di kamar yang terlihat rapi. Kamarnya rapi karena baju-baju terlipat dengan baik di setiap rak dan ada beberapa baju tergantung. Warnanya tampak gelap, karena hanya seperti mengandalkan cahaya matahari pagi.

Sementara untuk konten audionya, apa saja yang kita dengar dari sebuah adegan yang sedang terjadi. Apakah ada dialognya, apakah ada suara atmosfir seperti suara jalan raya, dan lain sebagainya.

Itulah sekilas bagaimana cara kita untuk mengindentifikasikan sebuah film. Tentu saja agar terbiasa dengan detail kita perlu banyak praktik.

 

2. Menafsir konsep

menafsir konsep film

Setelah mengidentifikasi, kita perlu menafsir konsep sebuah film. Untuk menafsir konsep ini, kita perlu tahu bagaimana fokus atau pola. Lalu perlu juga mengetahui tema atau topiknya. Kemudian film ini dibuat dari sudut pandang siapa. Lalu intensi filmnya seperti apa. Saya akan mencoba menjelaskan satu per satu.

Apa itu fokus atau pola? Ini lebih ke konten yang menjadi kunci atau menarik perhatian. Bisa kita tentukan dari konten yang paling berkesan. Lalu, konten yang paling banyak atau sedikit munculnya. Bisa juga konten yang paling berbeda.

Untuk menentukan tema atau topik atau isu sebuah film kita perlu membagikan film ke dalam plot. Apakah ceritanya ‘memajukan’ di awal cerita, kemudian ‘menghambat’ di tengah, dan ‘berlanjut’ di akhir atau seperti apa.

Untuk sudut pandang ini kita diminta untuk siapakah tokoh yang dibuat aktif, pasif, dan lain sebagainya. Kalau semisal bingung atau ragu-ragu, percayakan pada emosi atau insting kita, kemudian di cross check lagi dengan konten kuncinya.

Sementara untuk intensi film itu lebih ke apakah jalan ceritanya selesai atau menggantung. Kemudian, siapa yang menjadi tokoh utama lalu yang mendukung tokoh utama dan menentangnya, kemudian kapan film maker melakukan dramatisasi dalam filmnya, dan refleksi yang didapat (kita bisa berikan sudut pandang lain atau opini pribadi) dari filmnya.

Dengan membaca pola, tema atau topik, sudut pandang, dan intensi sebuah film, harapannya kita bisa membaca gagasan yang dimunculkan oleh film maker. Saat saya membaca film pendek Sunday Story atau Kisah di Hari Minggu gagasan yang diberikan oleh film maker-nya adalah konflik yang diangkat sering atau bisa saja terjadi di keluarga manapun. Mengangkat tokoh seorang ibu rumah tangga yang selalu menyiapkan segala sesuatunya untuk keluarga di pagi hari, wajar jika lupa hari, termasuk hari Ahad atau Minggu. Film ini juga mengangkat topik bagaimana cara berkomunikasinya sebuah keluarga menengah, khususnya etnis Jawa.

Itulah sekilas yang dimaksud dengan menafsir konsep sebuah film. Bagaimana sudah mulai tercerahkan, sahabat? Jangan beranjak dulu, karena masih ada satu cara lagi untuk membaca sebuah film.

 

3. Menentukan konteks

menentukan konteks film

Dalam menentukan konteks kita perlu tahu apa itu konteks personal, film, dan non-film. Saya akan mencoba menjelaskannya satu per satu. Mari kita mulai dengan konteks film terlebih dahulu, ini adalah mencari perbandingan dari film-film yang hampir sama atau sejenis. Bisa sejenis atau hampir sama karena mengangkat tema yang sama misalkan, dan lain sebagainya.

Lalu, yang dimaksud dengan konteks non-film itu mencoba membandingkannya dengan norma atau realita sosial, atau nilai yang kita anut, dan lain sebagainya. Kemudian konteks personal itu menaruh pemahaman yang kita pegang teguh atau alami. Bisa juga mengambil sudut pandang orang lain yang pernah mengalami kejadian serupa atau apa yang dipercaya oleh masyarakat pada umumnya.

Bahasa sederhananya di poin ketiga ini kita bisa memberikan pendapat atau opini kita terhadap film sesuai dengan 3 poin tadi. Kalau mengambil contoh film pendek Sunday Story atau Kisah di Hari Minggu, saya mencoba menentukan konteksnya seperti ini,

Saya merasa kejadian yang terjadi di Sunday Story bisa terjadi juga di keluarga saya, karena saya juga ibu rumah tangga yang suka lupa tanggal dan hari. Cuma saya kurang setuju dengan tindakan ibu yang menyiram air saat membangunkan bapak. Sebab, menurut saya, sekali-sekali seorang ayah perlu lebih istirahat karena sudah menjadi tulang punggung keluarga satu-satunya.

Film yang mengangkat tema serupa yaitu drama Korea reply 1988 dan keluarga cemara. Itulah gambaran sekilas saya menentukan konteks film pendek Sunday Story atau Kisah di Hari Minggu.

Bagaimana sahabat Lithaetr, sudah mulai tercerahkan bagaimana cara membaca sebuah film? Memang sejatinya kita tetap harus banyak praktik agar kita bisa lebih terbiasa dengan detail dari sebuah film, agar kita bisa semakin membaca maksud atau tujuan dari sebuah film.

Dikarenakan Lokakarya Literasi Film Voila 2021 belum selesai dan masih menyisakan 1 materi lagi dan tugas terkait membaca film baru akan dibahas di hari Jumat nanti, hasilnya yang sudah saya kerjakan seperti contoh di atas benar atau salahnya akan saya ceritakan di tulisan berikutnya, ya. Jadi, terus simak tulisan menarik lainnya di blog ini, ya. Terima kasih.

trlitha11 (lithaetr)
trlitha11 (lithaetr) Hai, saya IRT yang hobinya nulis dan senang berbagi ilmu. Ingin mengajak saya bekerjasama, silakan kirimkan saja email ke trlitha11@gmail.com atau whatsapp ke http://wa.me/628161977335

16 comments for "3 Cara Membaca Film di Lokakarya Literasi Film Voila 2021 Hari 2"

  1. Keren banget sih kak acaranya, jujur aku kayak sedih gitu bisa ketinggalan eventnya duh ke mana saja aku ini. Selalu suka dengan materi-materi pembedahan film gini. Cerita panjang atau pendek yang satu-kesatuan bisa dipecah dan ditelaah sampe kita akhirnya paham makna tersirat dan tersurat yang ada, top banget! Ditunggu update kegiatan selanjutnya yah kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya selalu kagum dengan ulasan Kak Arai tentang film maupun dramanya. Sudah dalam banget. Ayo Kak, kita japrian kalau ada acara-acara pelatihan film. Saya juga suka banget kalau berbicara dan menelaah film.

      Delete
  2. Baca ini jadi tahu sedikitnya istilah-istilah film yang sering digunakan. Dulu mentok-mentok tahunya cuma frame atau scene hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, jika bisa memberikan pengetahuan baru buat kakak. Terima kasih sudah berkenan membaca dan meninggalkan jejak, kakak

      Delete
  3. Keren nih artikelnya. Singkat padat. Baru ngerti sekarang istilah-istilah perfilman. Tadi rada rancu antara shoot dan shot. Haha...beda jauh...
    Iya bener, jadi tercerahkan setelah baca artikel ini. Makasih Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kembali sudah berkenan membaca dan meninggalkan jejak di blog saya, mbak Hani

      Delete
  4. Saya suka nonton film tapi engga paham dng istilah2nya..setelah baca artikel ini jadi paham de h btw kalau menghafal script dialog itu apa hrs sama persis setitik komanya ya? masih kepo saya ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua tergantung kesepakatan dengan sutradara dan penulis naskahnya, kakak. Soalnya setiap adegan pasti sudah dipikirkan durasinya, jadi kalau ada perubahan apapun termasuk dialog, pasti ada sesi diskusi dan disesuaikan dengan durasi. Kalaupun mau ada improvisasi tetap tidak jauh dari dialog yang sudah ada.

      Delete
  5. Peristilahan film ternyata begini ya, baru ngeh sekarang nih kak. Bisa2 kak aray ntar jadi sutradara ya kak, udah paham tentang film hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, kak Aray itu memang suka dan sering ikutan training perfilman. Jadilah memang pengetahuan soal filmnya keren dia.

      Delete
  6. Informasi yang sangat menarik nih mba. Saya tahunya cut itu berhenti akting untuk pemain ternyata penafsirannya agak kurang tepat ya mba. Kan biasanya cut itu pemain film harus mengulangi adegannya kembali ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu istilah untuk sutradara, mbak. Tapi kalau istilah buat editing film cut itu adegan yang kurang pas, jadi harus dipotong

      Delete
  7. Saya beberapa kali nonton film di vidsee, dan film2nya bagus-bagus dan banyak mengandung pesan. Membaca film ini nolong banget ketika kita mereview film ya kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kakak, betul. Membaca film seperti ini, bisa membuat kita lebih menikmati menonton film dan mereview film

      Delete
  8. Keren event komunitasnya ini, Mba share di sini jadi tambah pengetahuan saya tentang dunia perfilman. Pernah denger sepintas-sepintas tapi enggak ngerti artinya, makasih udah sharing Mba

    ReplyDelete
  9. Terima kasih juga sudah berkenan mampir mbak

    ReplyDelete

Post a Comment

Silakan berikan tanggapan, saran, dan kritiknya ya sahabat 🙏